Catatan Harian – 4, Melihat cara kerja
|
O |
rang Jogja mengenal dan mengembangkan ilmu dengan istilah 3N, Niteni, Nirokke, Nambahi. Niteni berarti memperhatikan sesuatu dengan seksama untuk mendapatkan suatu pola baku atas sesuatu hal yang dilakukan seseorang atau kelompok atau fenomena alam. Nirokke mempunyai arti meniru apa yang telah ada dan dilakukan orang. Sedangkan nambahi mempunyai makna menambah sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik dari kondisi semula.
Untuk mendapatkan gambaran komplit apa yang telah dikerjakan Bidang Aset selama ini, hari ini kudatangi satu per satu teman baruku di Bidang Aset. Wawancara singkat dengan mengajukan pertanyaan 5W dan H kucoba mendapatkan informasi atas apa yang dilakukan mereka selama ini.
Dengan cara ini pula kutahu apa yang dikerjakan Pak Yadi selaku kasi POK, Mbak Nurwati selaku ahli data aset, Mbak Riyan sebagai administrator yang ulung, Pak Kasno ahli penghapusan. Disamping Kasi POK di bidang aset juga ada Kasi Investasi dan BUMD yang dijabat Pak Roni dengan stafnya Mbak Ning dan Mas Heru. Oh ya, tak lupa pegawai baruku mantan penjaga sekolah SD, Mas Sugiman dengan sebutan kerennya Cak SGM yang diakhir cerita ini menjadi ahli Barang Bongkaran, Mas Supri yang diakhir cerita menjadi penata persediaan.
Dengan pendekatan informal dan personal ini kudapat masukan yang ternyata LUAR BIASA. Informasi yang sebenarnya bagaimana cara mereka mengerjakan tupoksinya. Minimal 50% pemetaanku tentang kondisi existing bidang asset sudah kudapat. Cara yang sederhanapun, bila dijalankan dengan kesungguhan ternyata bisa memberikan kontribusi yang berarti.
Model Jokowi Ahok : Pendekatan informal – informasi yang jujur.