Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

CATATAN HARIAN (18)

Admin
Artikel
11 September 2015 11:02:12

Image Berita


Catatan Harian – 18, Excell yang semua orang bisa

A

danya perbedaan antara data Barang Inventaris dan Kartu Induk Barang yang disusun oleh SKPD yang dalam hal ini dibuat oleh pengurus barang dan penyimpan barang SKPD membuat hasil temuan BPK menyatakan bahwa ada ketidakbenaran dalam penyajian data aset di Kulon Progo. Mendasar pada sample yang dilakukan pada SKPD ditemukan adanya ketidaksamaan data antara kedua jenis data tersebut yang seharusnya sama. Mengapa ada perbedaan padahal yang membuat kedua data tersebut adalah orang yang sama.

Kucoba merunut pada kitab suci pengelolaan barang milik daerah  yang dalam hal ini Permendagri 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, dinyatakan bahwa Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris, adalah sebagai berikut :

·        Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A, B, C, D, E, dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua).

·        Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A, B, C, D, Edan F serta membuat KIR dimasing-masing ruangan.

Dari penjelasan tersebut maka seharusnya temuan akan ketidaksamaan data KIB dan Barang Inventaris tidak terjadi. Namun yang muncul adalah temuan sebagai berikut:

·        KIB dan Buku Inventaris tidak sesuai dengan nilai Aset Tetap pada Neraca

·        Pemeriksaan terhadap saldo Aset Tetap setiap SKPD diketahui bahwa saldo Aset Tetap sesuai dengan Laporan Mutasi Barang Milik Daerah, karena penyajian saldo Aset Tetap hanya berdasarkan pada Laporan Mutasi Barang Milik Daerah. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan membandingkan dengan Kartu Inventaris Barang (KIB) setiap SKPD.

·        Dari perbandingan tersebut menunjukkan bahwa aset tetap yang disajikan di Neraca tidak sesuai dengan KIB.

Wow, ternyata data dan fakta memang demikian adanya. Aset memang sudah menjadi penyakit kronis yang harus disembuhkan. Mengurusi aset memang sulit untuk dilakukan karena bukan pekerjaan utama yang selama ini dilakukan. Dan kesan orang pinggiran memang banyak dipersepsikan dan diimplementasikan bagi pengurus barang.................

 

Wah kalau gitu gimana menyusun data base aset yang ada pada 41 SKPD dan 390 unit sekolah se Kulon Progo dengan kondisi kayak gini. Pusing......................

Ternyata firman Tuhan yang Maha Penata menyatakan bahwa “tidak akan Kuberikan beban kepada hambaKu kecuali sebatas kekuatannya” benar benar terbukti...........Ndilalah kersane Allah seorang Pengurus Barang dari Dinas Pendidikan yang membawahi 390 unit kerja telah membuat database berbasis excell.

Simple adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi SIM ALA SUDIANTORO berbasis excell. Luar biasa adalah ungkapan kata yang paling tepat untuk mengekspresikan kegigihan beliau untuk mengkompilasi seluruh data aset semua sekolah dan unit kerja yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan. ............................. hanya bisa memandang kagum.

 

Namun setelah memandang kagum apa yang sebenarnya telah dimiliki Kulon Progo. Aku dihadapkan dengan kosa kata “memilih”. Sebuah kata yang sering kali kita temui saat kita dipersimpangan – menghadapi lebih dari satu alternatif. Tapi ternyata “memilih” memberikan konsekuensi yang tidak mudah karena beratnya atas masing – masing akibat dari suatu pilihan.  Hal in juga terjadi saat akan harus memutuskan aplikasi untuk penatausahaan aset. Kita semua tahu bahwa aparat di birokrasi kita terbagi dalam tiga kategori. Eh mohon maaf ini hanya pendapat pribadi lho. Yang pertama aparat yang internet minded, kedua aparat yang paham betul apa guna komputer, dan yang ketiga aparat yang minim sekali pengetahuannya tentang komputer, yang mungkin untuk program excell dan word masih bisalah.

Untuk ketiga kategori ini akan memilih hal yang berbeda apabila ditawari bagaimana menatausahakan aset dengan benar tapi mudah. Ibarat seorang petani apabila diberi alternatif pilihan menggunakan cangkul, pembajak sawah dengan seekor kerbau atau traktor. Maka pilihannya akan tergantung pada seberapa bisa petani tersebut menguasai alat yang akan digunakannya. Hal inipun juga akan berlaku dalam membuat database aset, sebuah pilihan akan muncul apakah cukup menggunakan program excell, atau menggunaka aplikasi yang siap saji, atau sebuah aplikasi yang dibuat sesuai selera.

Namun semua itu pilihan. Dan kita semua wajib memilih karena Sang Pembuat Pilihan telah menyediakan berbagai macam pilihan dalam hidup ini sehingga hidup ini lebih berwarna..................................

Hari ini kuputuskan dengan Nama Sang Pemberi Pilihan bahwa Excell inilah akan kugunakan sebagai aplikasi database aset Kabupaten Kulon Progo untuk menyelesaikan temuan BPK yang saat ini harus kuselesaikan.

Diperhatikan : Memilih aplikasi yang user friendly

 

Source: TAUFIQ AMRULLAH; ST;MM

WhatsApp Chat