Catatan Harian – 12, Teguran atau Surat Cinta Bupati?
|
S |
eperti sudah diduga sebelumnya, tahun ini Kabupaten kami lagi-lagi mendapatkan opini WDP, dengan pengecualian pada Aset Tetap. Dalam suatu wawancara dengan media massa, Bapak Bupati menyatakan bahwa “...........dari tahun ke tahun pengelolaan aset daerah selalu muncul persoalan. Ibarat penyakit, pengelolaan aset daerah sudah kronis, hingga perlu penanganan cepat dan tepat..................”. Demikian pandangan beliau yang kebetulan adalah seorang dokter atas performa asset tetap di Kabupatenku.
Penyakit kronis – adalah kata – kata yang saat ini menjadi trend bagi semua pejabat di lingkungan Pemkab Kulon Progo. Dan hampir di setiap rapat, ungkapan tersebut selalu terlontar. Aku pun tidak dapat mengabaikan lontaran-lontaran tersebut meski teman-teman rapatku hanya sebatas berkelakar. Apalagi sekarang aku menjabat sebagai Kepala Bidang Aset yang mengemban harapan semua orang untuk menuntaskan penyakit kronis tersebut. Semua berharap agar masalah aset dapat kuselesaikan.
Berat nian beban yang ada di atas pundakku. Tapi kutetapkan dalam hati bahwa Sang Pemberi Beban tidak akan memberikan beban di luar batas kemampuanku.
Apa kumampu? ..................... tidak ada yang tahu.......... kecuali Sang Maha Tahu. Tugasku hanyalah berupaya maksimal, serahkan hasilnya kepada yang Maha Memberi Hasil.
Camkan : Teguran = perhatian = surat cinta