Catatan Harian – 40, Database selesai tapi amburadul
|
“ |
Pak semua data aset sudah selesai, tapi masih banyak perbedaan data antara data yang tercantum dalam neraca dengan database yang kita buat”, kata Nurwati salah seorang kru asetku. “Ya, jelas to............ lha wong temuan BPK sudah bilang begitu. Laporan aset tetap kita hanya dibuat berdasarkan Laporan Mutasi Barang. Tugas kita selanjutnya buat jadual untuk rekonsiliasi dengan SKPD!!!”, jawabku. “Siap laksanakan Pak”, jawabannya tegas.
Sore harinya jadual rekonsiliasi dengan SKPD sudah ada di mejaku. Yang direncanakan mulai besok hari................. Eh, gila ............. secepat itu respon kru asetku.............
Kata eyang : Kalau Kabidnya gila, stafnya juga ikut gila..............Maksudnya gila kerja.
Catatan Harian – 41, Cari data lagi............... sebisa mungkin pas atau lebih dari neraca
|
S |
etelah kuteliti hasil pembuatan buku inventaris seluruh SKPD yang telah disiapkan teman – temanku ternyata......... hanya 18 SKPD yang nilai pada buku inventaris dan neraca sama, 13 SKPD nilai yang tercantum dalam buku inventaris lebih besar dari nilai pada neraca, dan 10 SKPD yang nilai pada neraca lebih besar dari buku inventaris.
Untuk 18 dan 13 SKPD tersebut jelas tidak ada masalah. Yang bermasalah adalah 10 SKPD yang catatan pada neraca lebih besar inilah yang menyebabkan agak memusingkanku hari ini.
Kenapa begitu, berarti selisih angka 11 milyar barangnya tidak ada. Tercatat dalam neraca tapi tidak tercatat dalam buku inventaris. Lha gimana? (sudah di Indonesiakan............. bahasa sehari – hariku “Njur kepiye?).
“Mb Nur dan Mas Supri tolong panggil 10 pengurus barang ini hari ini juga!!!”, perintahku spontan pada teman – temanku. “Njih, pak.......”, kata mereka sambil mengangkat telepon untuk menghubungi pengurus barang yang masih bermasalah dengan datanya.
Setelah pengurus barang tiba kusampaikan pada mereka,”Kita masih punya waktu 6 bulan hingga BPK datang lagi untuk memeriksa kita, namun masih ada masalah terhadap data yang mengindikasikan bahwa kita menghilangkan barang senilai 11 M”. “Ini cukup material, mari kita cari bersama dan coba ditelusuri dari dokumen – dokumen yang lama. Seminggu setelah pertemuan ini kita semua berharap agar clear”.
Kemudian kujadualkan mereka untuk melakukan “desk” dengan kru bidang aset dengan agenda sehari untuk dua SKPD.
Kata Kunci : Merunut data masa lalu lebih susah daripada membuat data baru.
Catatan Harian – 42, 5 CM mengurangi kegamangan
|
S |
etelah kejadian siang tadi aku jadi gamang. Apa bisa ya teman – temanku pengurus barang menyelesaikan semua itu. Apa bisa aku menyelesaikan tugasku ini.
Kuambil novel 5 CM dan kubaca lagi pada hal 362 – 363 :
“Jadi
kalo kita yakin sama sesuatu, kita cuma
harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah
nyerah, dan taruh keyakinan itu di sini….”, Zafran meletakkan telunjuk di depan
keningnya.
“Betul! begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu,
cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.”
Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…
“Kamu taruh di sini… jangan biarkan menempel di kening.
Biarkan..
Dia..
Menggantung..
Mengambang..
5 centimeter..
Di depan kening kamu…”
“Jadi dia ngga akan pernah lepas dari mata
kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat
setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang
sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu
ngga akan bisa nyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan,
mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“… biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang didepan kening
kamu. Dan sehabis itu yang perlu cuma ..”
“ Cuma kaki yang yang akan berjalan lebih
jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang lebih
sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“ Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”
“ Serta mulut yang selalu berdoa…”
“ Dan kamu akan dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan,
bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai
seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi
saja. Bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh
keadaan.
Dan kamu ngga perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya
karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada.. 5 centimeter di depan kening kamu.”
“Mereka pasti bisa, ..........aku pun bisa, ........kami semua akan bisa...........,” bisikku dalam hati untuk menenangkan jiwa ini. Kembali pada jiwa yang tenang untuk menyelesaikan masalah yang berat ini.
Keyword : Ketenangan akan membuat pikiran menjadi jernih, membuat tangan bekerja dengan cepat.
Catatan Harian – 43, Asam Lambung karena pikiran
|
M |
enurut Mbah Google, sebagian besar penyakit disebabkan oleh pikiran. Dan ini ternyata berlaku pula untuk tubuhku yang kupakai selama ini. Karena hanya memikirkan “segala hal” terlalu berlebih menyebabkan asam lambung meningkat drastis dan menimbulkan rasa sakit di ulu hati dan sesak nafas seperti kena serangan jantung. Wah ternyata desk yang kurencanakan harus kulakukan via telepon dengan teman – teman di kantor. O la la................... WTP jangan menjadi fokus tujuan tapi benahi administrasi aset menjadi hal utama yang menjadi target. Tidak usah dipikirkan terlalu dalam just do it.
Ingat – ingat : Badan yang digerakkan jiwa juga perlu diperhatikan. Komunikasi dapat dilakukan darimana saja, bahkan dari rumah sakit.
Catatan Harian – 44, Hasil DESK yang butuh Tindak Lanjut
|
T |
ernyata berdasarkan hasil DESK yang kulakukan banyak nilai data aset yang tidak sesuai dengan nilai yang dicantumkan dalam neraca. Pembuatan laporan aset yang hanya mendasar pada laporan mutasi tambah kurang ternyata membuahkan hasil yang menyengsarakan pemegang jabatan kepala bidang aset dan jajaran dibawahnya. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Disesali tidak bisa. Mau tidak mau harus diolah menjadi bubur ayam yang enak disantap.
Kuambil kebijakan untuk membuat penyesuaian berdasarkan hasil pembuatan database aset yang mendasar pada dokumen terdahulu. Tak lupa disiapkan Catatan atas Laporan Keuangannya. Diberi penjelasan kenapa terjadi selisih tambah kurangnya. Sip............... selesailah secara administratif database yang selama menjadi Kabid Aset kuimpikan. Ternyata............ mimpimu adalah kenyataanmu.
Catatanku: Semua masalah harus disikapi dengan mencari solusi yang jitu untuk menyelesaikannya.
Catatan Harian – 45, Laporan Ekstrakomtabel dan Intrakomtabel
|
B |
ernafas sedikit lega kualami dalam minggu ini. Bagaimana tidak ............ semua data aset telah selesai dientri dalam sebuah sistem aplikasi sederhana berbasis excell. Tapi, setelah kubaca kembali catatan hasil pemeriksaan BPK. “Barang dengan nilai di bawah Rp 250.000,00 disajikan dalam kelompok aset tetap”. Wah, masalah apa lagi ni............ eh, jangan bingung kan ada Mbah Google........
Menurut bahan pustaka Mbah Google, dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 01/KM.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah dinyatakan dalam BAB III Pasal 7 ayat (2) Pencatatan dalam buku inventaris terdiri atas pencatatan di dalam pembukuan (intra komptabel) dan pencatatan di luar pembukuan (ekstra komptabel). Dan dalam Pasal 8 ayat (4) disebutkan bahwa Barang tidak bergerak dan barang bergerak yang mempunyai Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) dicatat dalam buku inventaris di dalam pembukuan (intra komptabel). Serta dalam ayat (5) BM/KN yang mempunyai nilai Aset Tetap di bawah Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (2) dan hewan, ikan dan tanaman dicatat di dalam buku inventaris di luar pembukuan (ekstra komptabel).
Lebih dalam lagi kuberselancar dengan Google. ..........Penerapan pencatatan ini telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY yang mengaturnya dalam Peraturan Gubernur DIY No. 37 Tahun 2011 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik Daerah. Pada Pasal 8 Ayat (4) disebutkan bahwa Pencatatan dalam buku inventaris terdiri atas pencatatan di dalam pembukuan (intra komptabel) dan pencatatan di luar pembukuan (ekstra komptabel). Diperjelas lagi dalam “Ayat (5)” dan “”Ayat (6)” yang menyatakan bahwa “Barang tidak bergerak dan barang bergerak yang mempunyai Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dicatat dalam buku inventaris di dalam pembukuan (intra komptabel). BMD yang mempunyai nilai Aset Tetap di bawah Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dicatat di dalam buku inventaris di luar pembukuan (ekstra komptabel).
Waw........... ternyata kebijakan batasan nilai kapitalisasi aset Kabupaten Kulon Progo diatur dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 2 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah yang ditetapkan pada tanggal 16 Januari 2008 dan disempurnakan dengan Peraturan Bupati Nomor 106 tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah yang ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2012. Batasan nilai kapitalisasi aset yang telah ditetapkan ini ternyata sejalan dengan pasal 53 ayat 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang menyatakan bahwa “Kepala Daerah menetapkan batas minimal kapitalisasi (capitalization thresholds) sebagai dasar pembebanan belanja modal”.
Mau tidak mau database aset yang sudah selesai terdata dengan aplikasi excell harus dilakukan penyempurnaan aplikasi. “Minta Pak Sudiantoro ke ruangan saya!”, perintahku pada teman kerjaku.
Dan senyumku tak dapat kutahan ketika yang bersangkutan sanggup menyempurnakan aplikasi dalam jangka waktu seminggu.
Hebat.......................
Notes: Berikan aku seorang programmer dan seorang pekerja yang trengginas, kuselesaikan database aset dengan segera. Kayak Soekarno saja……..
Source: TAUFIQ AMRULLAH; ST;MM