STRATEGI OPTIMALISASI PAD KULON PROGO

Bertempat di Ruang Rapat Sadewa Gedung DPRD Kabupaten Kulon Progo (7/12), diselenggarakan Workshop Pendapatan Asli Daerah. Hadir sebagai narasumber Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Eko Wisnu Wardhana, SE, dan dengan narasumber akademisi Ahmad Ma’ruf, SE, M.Si Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.

Dari jajaran anggota Dewan, hadir Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati, SE, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo H.Ponimin, SE, MM, Lajiyo Yok Mulyono, serta anggota dewan lainnya. Kepala BKAD menyampaikan, potensi-potensi PAD dapat dioptimalkan salah satunya dengan cara membangun aplikasi-aplikasi terkait pajak daerah (integrasi e-pendapatan), pemasangan mesin tapping box, pembaharuan basis data PBB P2, evaluasi tarif dengan memaksimalkan potensi retribusi daerah (pengelolaan obyek retribusi).

Adapun kendala yang dihadapi saat ini, meliputi wajib pajak sebagian besar belum sadar pajak, pelaku usaha masih enggan dipasangi tapping box, payung hukum terkait pajak dan retribusi daerah harus ditinjau ulang, memperkuat SDM pada OPD Pengelola Pendapatan (pendataan, penilai, pemeriksaan, penagihan dan juru sita).

Terakhir, peningkatan PAD tidak hanya mengoptimalkan potensi PAD namun bagaimana menopang ekonomi daerah dengan analisa SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman).

Ketua DPRD Akhid Nuryati, SE menyampaikan bahwa workshop bertujuan untuk mengetahui potensi potensi, perda atau payung hukum yang bisa dilakukan untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Untuk Strategi Peningkatan PAD menurut  Ahmad Ma’ruf, SE, M.Si bisa dilakukan dengan Pendataan potensi pendapatan, ekstensifikasi, intensifikasi, evauasi tarif, pendekatan non tunai, perkuat ekonomi makro.