KPCPEN BERSAMA PEMKAB KULON PROGO GELAR SOSIALISASI VAKSINASI COVID-19

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Kesehatan menggelar webinar (seminar online) berjudul “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat”, Kamis (3/12), hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKAD.

Kegiatan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Rudiyanto, MM dengan tema Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Vaksin. Dan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sri Budi Utami, M.Kes yang diwakili oleh drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kulon Progo  menyampaikan tentang Penyiapan vaksinasi covid-19 Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Dinas Kominfo menyampaikan  ada 3 prioritas Penanganan Corona di Indonesia yaitu prioritas rakyat aman dari covid-19 dan reformasi layanan kesehatan, prioritas pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja dan prioritas pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi nasional. Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat aman dari covid -19.  Untuk pengadaan vaksin diatur dalam Perpres nomor 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin Penanggulangan covid 19.

Kepala Diskominfo Kulon Progo,  menjelaskan, rencana pemerintah untuk mengatasi Covid-19 dengan vaksinasi menuai kontroversi. Sayangnya, hal tersebut diikuti banyaknya rumor tanpa ada kajian secara ilmiah. Misalnya berita tentang vaksin covid-19 berbasis mRNA dapat mengubah DNA manusia, air rebusan bawang putih dapat menyembuhkan covid-19, Korea Selatan kelabakan lihat warganya meninggal satu persatu usai disuntik vaksin.

Sosialisasi melalui Media sosial merupakan salah satu strategi komunikasi vaksin yang sangat efektif karena jumlah pengguna internet Indonesia 196,7 juta jiwa dan untuk DIY 2,7 juta jiwa dari jumlah 3,882 juta (sumber APJII).  Lebih lanjut Kepala Dinas kominfo menyampaikan agar masyarakat  bisa menggunakan internet secara sehat yaitu jangan mudah menyebar informasi tidak jelas (hoax), kebencian (hate speech), bulliying dan saling serang dan jangan takut jika merasa menjadi korban atau menemukan konten negatif di internet segera lapor. Dan agar internet aman maka hindari postingan data /informasi pribadi, simpan pasword untuk diri sendiri, me log off sesudah mengakses aplikasi online, waspada apabila berkomunikasi dengan orang yang baru kenal, dan patuhi batasan umur yang telah ditetapkan dalam pengaturan

Dinas Kesehatan menjelaskan, pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. Adapun sasaran vaksinasi Covid-19  adalah kelompok rentan yang berusia antara 18 – 59 tahun.

Yakni tenaga kesehatan dan semua petugas yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, serta kelompok prioritas lainnya. Misalnya petugas pelayanan publik non medis seperti TNI-POLRI, petugas bandara, stasiun kereta api, pelabuhan, pemadam kebakaran, serta petugas lapangan lainnya.

Kelompok risiko tinggi pekerja berusia 18 – 59 tahun yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontribusi pendidikan termasuk sektor perekonomian. Penduduk yang tinggal di tempat berisiko tinggi (rumah jompo, penduduk padat memiliki komorbid yang terkendali dan masih aktif/produktif populasi di klaster, misalnya pasar (sasarannya pedagang bukan pembeli, klaster asrama, pondok pesantren dan kelompok klaster lainnya).

Kontak Erat Kasus Konfirmasi Covid-19, kelompok risiko dari keluarga dan kontak sekitar kasus Covid-19. Termasuk pegawai RS/Puskesmas, perkantoran, pasar tradisional, ABK/PMI, panti, lapas/rutan, kegiatan keagamaan. Serta Administrator pemerintahan yang terlibat dalam memberikan layanan publik.

“Pelaksanaannya mulai awal tahun 2021 secara bertahap dengan mempertimbangkan kajian epidemiologi, ketersediaan vaksin Covid-19 dan sarana pendukung lainnya di fasilitas pelayanan imunisasi yang telah ditentukan. Yaitu puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain yang memberikan pelayanan imunisasi Covid-19”.

Pemberian imunisasi Covid-19, disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, merupakan upaya akselerasi dalam rangka penanggulangan pandemi. Pemberian imunisasi dengan cakupan yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok pada masyarakat sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit Covid-19.