PENGANGGARAN BERBASIS BUDAYA

Perencanaan merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses manajemen organisasi, seperti halnya dalam pemerintah daerah. Perencanaan pemerintah daerah yang tertuang dalam APBD mengungkapkan apa yang dilakukan di masa mendatang. Anggaran dapat diinterpretasikan sebagai paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang.

Dalam penyusunannya APBD menggunakan pendekatan penganggaran berbasis kinerja yaitu sistem penganggaran yang berorientasi pada output organisasi yang berkaitan erat dengan visi dan misi serta perencanaan strategis pemerintah daerah.

Visi dan misi pembangunan kabupaten Kulon Progo salah satunya adalah mewujudkan SDM yang unggul, berkarakter dan berbudaya. Budaya menjadi prioritas dalam arah pembangunan Kulon Progo kedepan, sehingga dalam penyusunan APBD pemerintah kabupaten Kulon Progo berspektif budaya.

Penganggaran berbasis budaya tersebut menjadi materi paparan BKAD Kulon Progo dalam acara pelatihan Bina Saka Budaya Kegiatan Even Penggiat Seni 10-20 November 2020 di Gedung Kesenian Kulon Progo yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo.

Beberapa contoh output penganggaran berspektif budaya dalam hal pendidikan menghasilkan anak didik yang berkarakter unggul sejak dini, bedah rumah dalam gotong royong, kesenian dalam mendukung pariwisata sehingga PAD meningkat dan lain-lain.